Berita Dunia Terkini Soal Kelangkaan Air Minum Di Eropa


Berita Dunia Terkini - Di tengah isu hangatnya perubahan siklus iklim, central industri di Eropa telah mengalami kelangkaan karbon dioksida atau CO2 untuk di minum. Banyak rumah makan kewalahan sampai ada yang dengan terpaksa tutup. Selama pagelaran Piala Dunia, gelombang yang panas di Eropa menjadi alasan utama konsumsi minuman ringan dan bir yang melambung tinggi. Akhirnya, membuat pensuplai CO2 untuk para industri keteteran dalam menjatah pengiriman. Beberapa produsen kimia besar yang membuat CO2 sebagai bahan jadi sampingan telah ditutup beberapa hari. Info berita -berita dunia bisa anda akses di matamatapolitik.com.

Hal itu mengakibatkan produsen minuman saat ini kewalahan untuk terpenuhnya pesanan ke rumah makan dan restoran. Situasi kondisi di Inggris yang terparah dalam konsumsi air minum, karena salah satu pabrik gas mengalami sedikit masalah teknis dan mengurangi dalam produksinya. Terkait CPO Kelangkaan gas dan karbon dioksida di pasaran Eropa menyebabkan salah satu pensuplai makanan dan minuman terbesar di kota Inggris, yaitu perusahaan Booker terpaksa memberlakukan aturan kuota dalam target penjualan dan pensuplaian. Dari sisi lain, pabrik besar berusaha untuk memenuhi kekurangan gasnya dengan belanja ke Eropa timur, sedangkan pabrik kecil terpaksa menghentikan operasional produksi. perusahaan bir Holden's Quality Bottling yang biasanya memproduksi dalam sehari sekitar 80.000 botol bir, terpaksa menghentikan produksi karena gagal mendapat suplai gas.

"pabrik- pabrk ditutup sampai kami mendapatkan gas lagi dari penjual gas," ucap direktur pabrik tersebut yaitu Mark Hammond. "sumber pendapatan kami seperti mendadak berhenti," ujarnya. Lain hal itu ada produsen gas terbesar yaitu Linde dari Jerman dan Air Liquide dari Perancis menyatakan kepada pusat berita Associated Press, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan pelanggan. Asosiasi Produsen- produsen Bir Jerman mengatakan, para anggotanya masih banyak yang belum terpengaruh dengan kondisi kelangkaan itu, namun membenarkan untuk pengadaan CO2 sekarang menjadi lebih mahal harganya.

Berita Dunia Terkini di eropa saat ini "kebanyakan pabrik memang telah memproduksi karbon dioksida demi kebutuhannya. Jadi kondisi di pasar soal kelangkaan belum punya ketentuan untuk industri bir," ucap juru bicaranya Marc-Oliver Huhnholz terhadap DW. Rumah pelayanan pemotongan hewan juga memakai karbon dioksida supaya hewan terbius sebelum disembelih. Saat ini, mereka berusaha untuk menyimpan suplai daging yang lebih lama dalam kemasan-kemasan. Nick Allen yaitu Ketua Asosiasi Pengolah Daging Inggris memberikan peryataan, kelangkaan dalam gas karbon dioksida mungkin bisa juga mempengaruhi harga daging. matamatapolitik.com.

Windi Ariska

Jangan lupa ya di share ke teman-temannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar