Beberapa Contoh Permainan Untuk Mendidik Si Kecil

cara mendidik anak yang baik


Anak – anak memang suka bermain. Oleh karena itu, janganlah melarang anak untuk bermain. Akan tetapi, kita perlu mengarahkan dan memfasilitasi permainan yang sifatnya mendidik anak agar permainan tersebut bukan hanya bermanfaat untuk kesenangan semata, tetapi juga bisa membuat anak lebih cerdas dalam banyak hal. Membelikan mainan edukasi juga merupakan salah satu cara mendidik anak yang baik. Namun, seperti apa contoh permainan untuk mendidik si kecil?


  • Mainan profesi
Contoh mainan profesi, misalnya masak – masakan, dokter – dokteran, atau montir – montiran. Dengan mengajari anak bermain mainan profesi, ia akan memiliki gambaran tentang profesi yang dimainkannya.
  • Mainan merawat boneka
Anak kecil suka dengan boneka, seperti boneka bayi dan anak. dengan bermain merawat boneka, artinya anda berhasil menanamkan cara mendidik anak yang baik agar ia memiliki rasa kasih sayang, khususnya jika ia punya adik.
  • Bermain puzzle
Bermain puzzle merupakan salah satu cara yang baik untuk melatih kecerdasan otak anak. Berikanlah ia puzzle yang sederhana terlebih dahulu sebelum mulai mencoba puzzle yang lebih rumit.
  • Bermain tebak – tebakan
Meminta anak menebak nama – nama benda yang berawalan huruf A, misalnya adalah contoh permainan untuk melatih konsentrasi anak dan juga mengasah otaknya.

Untuk meningkatkan konsentrasi anak, selain dengan permainan yang mendidik kita juga harus mendukungnya dengan memberikan nutrisi yang baik untuk perkembangan otaknya. Salah satu nutrisi yang penting, terutama untuk anak balita adalah memberikan susu pertumbuhan. Dancow dengan kandungan exelnutri+ yang dilengkapi dengan vitamin, serat pangan inulin juga, minyak ikan dan omega 3 & 6 juga sangat membantu untuk tumbuh kembang sikecil.


Dengan memillih permainan yang tepat, anda bisa menerapkan cara mendidik anak yang baik lewat kesukaan anak – anak, yaitu bermain. Tiada hari tanpa bermain, oleh karena itu sisipkanlah edukasi – edukasi yang tepat dan bermakna di masa keemasan sikecil, apalagi saat ia belum menginjak usia sekolah. Dimasa ini, anak mampu menyerap banyak hal dengan mudah, oleh karenanya jangan sia – siakan masa – masa keemasan sang buah hati.

Windi Ariska

Jangan lupa ya di share ke teman-temannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar